Kombi,–Smnc-- Dampak abrasi di pesisir Pantai Bulotoan, Desa Rerer 1, Kecamatan Kombi, semakin mengkhawatirkan setelah gelombang laut terus menggerus bagian jalan yang berada di dekat pantai. Menyikapi kondisi tersebut, personel Polsek Kombi melakukan patroli dan pemasangan garis polisi (police line) untuk mengamankan area yang terdampak longsor akibat abrasi pada Kamis (3/4) siang.
Dalam patroli yang dipimpin oleh AIPTU H. Rerung bersama AIPDA F. Kountul dan BRIPDA Y. Tinangon, petugas memastikan bahwa area yang rawan sudah diberi tanda peringatan guna mencegah kecelakaan bagi para pengguna jalan. Selain itu, pengendara yang melintas di wilayah tersebut juga diberikan imbauan untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan saat melintas.
Fenomena abrasi di Pantai Bulotoan bukanlah hal baru, namun intensitasnya semakin meningkat dalam beberapa waktu terakhir akibat cuaca ekstrem dan pasang surut air laut. Masyarakat sekitar mengungkapkan kekhawatiran terhadap kondisi jalan yang semakin terkikis dan berpotensi mengancam akses transportasi di wilayah tersebut. "Kami sangat mengapresiasi langkah cepat kepolisian yang telah memberikan tanda peringatan agar pengguna jalan lebih waspada," ujar salah satu warga setempat.
Selain pemasangan police line, Polsek Kombi juga berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa serta instansi terkait untuk mencari solusi jangka panjang terhadap ancaman abrasi yang terus terjadi. Penanganan permanen seperti pembangunan tanggul atau penguatan struktur jalan menjadi opsi yang perlu dipertimbangkan guna menghindari dampak yang lebih luas.
Dengan adanya langkah preventif ini, diharapkan masyarakat dapat lebih berhati-hati dan meningkatkan kesadaran akan bahaya abrasi di sepanjang pesisir Pantai Bulotoan. Kegiatan patroli berlangsung dalam keadaan aman dan terkendali, serta menjadi bentuk kepedulian Polsek Kombi dalam menjaga keselamatan masyarakat dan pengguna jalan.(JEM)